TukangGosip.com - Dihantam gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Rabu 7 Desember 2016 pagi, Aceh kembali berduka. Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 5.19 Lintang Utara, 96.36 Bujur Timur, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dimana guncangannya turut dirasakan warga di Kabupaten Bireun, Aceh. Salah seorang warga Bireun, Hulaimi, mendeskripsikan gempa hari ini mirip dengan yang terjadi pada 2004 silam.
"Guncangannya kuat sekali. Kami rasa itu lebih dari 6,4 SR, karena
mirip seperti gempa 2004 lalu. Hanya saja, gempa saat ini waktunya lebih
singkat," kata Hulaimi. Bedanya, gempa kali ini dipastikan BMKG tak berpotensi tsunami
meski terjadi di dekat pantai.
Berdasarkan keterangan Hulaimi, saat kejadian, ia yang berprofesi sebagai dokter tengah berada di RSUD Dokter Fauziyah Bireun. Ia menggambarkan situasi panik yang dialami pegawai RS dan para pasien. "Kaget dan panik sekali. Pasien di sini juga kaget sekali, tapi kami dan sejumlah tim medis berupaya menenangkan dan membantu pasien, khususnya yang rawat inap," ujarnya.
Setelah guncangan dianggap mereda, Hulaimi dan sejumlah tim medis sempat mengevakuasi pasien dari ruangan untuk menghindari gempa susulan. "Di sini ada satu lantai, sempat ada yang dibawa keluar dari ruang IGD," tutur Hulaimi.
Setelah guncangan dianggap mereda, Hulaimi dan sejumlah tim medis sempat mengevakuasi pasien dari ruangan untuk menghindari gempa susulan. "Di sini ada satu lantai, sempat ada yang dibawa keluar dari ruang IGD," tutur Hulaimi.
Gempa terjadi di Pidie Jaya selama 15 detik, Kota Banda Aceh 5 detik, Aceh Besar 10 detik. Hingga kini, menurut laporan Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya mengatakan empat warga meninggal dunia, sementara puluhan lain menderita luka akibat gempa berkekuatan 6,4 SR.
Hingga kini, disebutkan sejumlah bangunan di lokasi kejadian roboh dan menimpa sejumlah warga. "Masjid, fasilitas umum dan rumah warga juga banyak yang roboh akibat gempa itu, namun saya belum bisa melaporkan jumlah bagunan yang rusak akibat gempa," kata Kepala BPBD Pidie Jaya Puteh A Manaf.
