TukangGosip.com - Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang adalah dua pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas yang berhasil ditangkap di kawasan Bekasi. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa Ramlan Butarbutar, pelaku merupakan pemain lama.
Polisi berhasil menangkap pelaku
perampokan sadis di Pulomas Utara, Jakarta Timur pada Rabu sore (28/12).
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Dodi Triono (59) beserta 10 orang
lain yang terdiri dari anak, kerabat, sopir, dan pembantunya tewas
setelah disekap di kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter oleh
pelaku.
"Nama-nama itu dari tim lapangan Polda Metro Jaya, salah satunya Ramlan Butarbutar. Itu kalau nama panggilannya Porkas. Dia yang di CCTV yang kaki pincang. Itu pemain lama waktu saya masih jadi Kasat Reskrim," ungkap Tito dalam jumpa pers akhir tahun 2016 di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan.
"Nama-nama itu dari tim lapangan Polda Metro Jaya, salah satunya Ramlan Butarbutar. Itu kalau nama panggilannya Porkas. Dia yang di CCTV yang kaki pincang. Itu pemain lama waktu saya masih jadi Kasat Reskrim," ungkap Tito dalam jumpa pers akhir tahun 2016 di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Polres Depok menguatkan pernyataan tersebut. Komisaris Teguh Nugroho, Kasat Reskrim Polres Depok, menjelaskan bahwa Ramlan pernah diringkus akibat kasus perampokan di Perumahan Griya Telaga Permai Blok 2, Kecamatan Tapos Depok, dan berhasil diringkus pada 18 Agustus 2015.
"Iya benar, pelaku pernah kami bekuk pada tahun lalu," aku Teguh pada Rabu (28/12/2016). Seperti aksinya di Pulomas, saat melancarkan aksi perampokan di Depok, Ramlan bersama empat kawannya juga menyekap pemilik rumah Wong Sulin, guru les bernama Rapia Supatmi dan Lilik Natalia, dan murid-murid SD yang tengah ikut les bernama Grecia, Kevin, dan Brend.
"Kejadiannya pada 11 Agustus 2015 sekitar pukul 15.00 WIB," kata Teguh. Bersama Posman H. Andi (40), Jhoni Sitorus (45), Donny (31), dan Johanes Siagian alias M. Ridwan Siagian (43), Ramlan Butar-butar akhirnya diringkus. "Kelimanya kami ringkus waktu itu 18 Desember," imbuh Teguh.
