TukangGosip.com - Memilih pasangan hidup itu bukanlah hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang sulit. Semua keputusan yang telah diambil di awal akan memengaruhi bagaimana kelanjutan hubunganmu nanti. Jadi, lebih baik diperhitungkan dulu sebelum mengambil keputusan. Jangan asal memilih dengan alasan "ah, kan cuma mau cari pacar, bukan cari teman hidup..".
Sebagian orang mungkin menganggap itu sah-sah saja selagi muda. Namun jika kamu merasa tak ingin buang-buang waktu, baiknya kamu perhitungkan dengan matang setiap langkah yang akan kamu ambil dalam menjalani hubungan. Dan bila perlu perhatikan fase-fase berikut ini :
1. Fase minggu pertama di masa penjajakan alias PDKT
Adalah waktunya kamu mencari-cari celah untuk menemukan kenyamanan. Apakah kamu senang dengan cara tertawanya yang terbahak-bahak? Apakah kamu dan dia nyambung saat ngobrol? Kalau saat kencan kamu berharap waktu berjalan cepat, jangan jebak dirimu dalam situasi serupa untuk kedua kalinya. Sebaliknya, jika merasa ada kecocokan, lanjutkan masa-masa PDKT itu untuk mengenali dia lebih jauh.
2. Fase bulan pertama sejak menjalin hubungan
2. Fase bulan pertama sejak menjalin hubungan
Biasanya tak jauh beda dengan masa penjajakan. Bahkan mungkin masih sama manisnya dan masih sama effort-nya untuk satu sama lain, hanya saja, dengan status yang sudah meningkat; pacaran. Di bulan-bulan pertama hubungan ini antara satu sama lain sebenarnya masih dalam tahap pengenalan baik terhadap pasangan, lingkungan sosialnya, aktivitasnya, maupun keluarganya. Dalam fase ini, kamu tak perlu memburu-buru segala sesuatu.
hubungan sering disebut sebagai fase honeymoon. Pada fase ini, gelora masih terasa kuat, lika-liku hubungan juga masih terasa mengasyikkan. Kamu dan dia juga sudah merasa saling mengenal satu sama lain sehingga merasa lebih nyaman dan aman. Tapi di sisi lain, kenyamanan itulah yang biasanya membuat para pasangan lalai untuk melakukan sesuatu yang membuat pasangannya merasa istimewa.
Setiap fase memiliki tantangannya tersendiri. Bisa melewatinya atau tidak tinggal tergantung bagaimana kamu dan si dia menyesuaikan diri. Terlepas dari usaha yang dilakukan pasangan agar bisa bersama, faktor chemistry juga kadang mempengaruhi.
