Pria Cina Tabrak Ibu-ibu di Medan, Tak Mau Tanggung Jawab Malah Nantang Warga & Telpon Polisi Bekingnya
Tukang Gosip - Jumat (8/1/2016). Sikap arogan dipertontonkan seorang pemuda Tionghoa yang mengendarai mobil Mitsubishi Pajero BK 600 KHO , Wendi Kosasi (30). Pria ini telah menabrak pengendara sepeda motor, Rensi Br Simamora, di pemberhentian lampu merah. Bukannya bertanggung jawab setelah menabrak, tapi malah marah-marah dan menelpon anggar polisi yang jadi bekingnya.
Informasi yang dihimpun TukangGosip.Com kronologi kejadiannya, Rensi Br Simamora, yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra BK 5094 ACP itu sedang berhenti di lampu merah (traffic light) di Jalan Sudirman. Pasalnya saat itu lampu warna merah sedang menyala.
Tiba-tiba saja dari arah belakang mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai Wendi Kosasi menabraknya. “Braaakk!” Rensi pun terjatuh bersama sepeda motornya. Bibirnya berdarah karena membentur aspal. Melihat ada kejadian kecelakaan beberapa wartawan yang duduk di Warkop Jurnalis, yang tak jauh dari lokasi kejadian, langsung berdatangan bermaksud melihat dan menolong Rensi.
Para Wartawan tersebut meminta agar Wendi mau bertanggung jawab dan membawa Rensi ke rumah sakit. Tetapi bukannya bertanggung jawab, Wendi malah marah-marah kepada wartawan yang ada disitu. Ia bahkan menelepon seorang polisi, bekingnya. “Jangan lebay lah, cuma bibir yang luka aja kok. Aku nggak mau bawa ke rumah sakit. Aku akan bawa ibu ini ke polisi, pasti dia gak punya SIM,” katanya dengan nada tinggi.
Ucapan Wendi tersebut, kemudian membuat sejumlah wartawan yang ada di lokasi pun menjadi emosi, dan memintanya untuk segera membawa Rensi ke rumah sakit. “Sok jago kau ya, anggar deking kau ya, setan kau ya. Tak usah kau panggil-panggil polisi bekingmu,” ujar seorang wartawan televisi yang ada di TKP.
Wendi makin tinggi. Ia malah berani menantang wartawan dan warga. “Jangan banyak cakap kalian ya,” bentaknya.
Wendi kemudian menelepon seseorang menggunakan bahasa China, mungkin ia menelepon polisi yang dikenalnya tersebut. Tak lama kemudian datang seorang oknum polisi yang tidak diketahui namanya dari Sat Sabhara Polresta Medan di TKP Kejadian. Setelah Wendi berbisik-bisik dengan oknum polisi itu, Wendi kemudian pergi meninggalkan lokasi kejadian & urusannya diserahkan kepada oknum polisi tersebut.
Berikut videonya:
Tukang Gosip - Jumat (8/1/2016). Sikap arogan dipertontonkan seorang pemuda Tionghoa yang mengendarai mobil Mitsubishi Pajero BK 600 KHO , Wendi Kosasi (30). Pria ini telah menabrak pengendara sepeda motor, Rensi Br Simamora, di pemberhentian lampu merah. Bukannya bertanggung jawab setelah menabrak, tapi malah marah-marah dan menelpon anggar polisi yang jadi bekingnya.
Informasi yang dihimpun TukangGosip.Com kronologi kejadiannya, Rensi Br Simamora, yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra BK 5094 ACP itu sedang berhenti di lampu merah (traffic light) di Jalan Sudirman. Pasalnya saat itu lampu warna merah sedang menyala.
Tiba-tiba saja dari arah belakang mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai Wendi Kosasi menabraknya. “Braaakk!” Rensi pun terjatuh bersama sepeda motornya. Bibirnya berdarah karena membentur aspal. Melihat ada kejadian kecelakaan beberapa wartawan yang duduk di Warkop Jurnalis, yang tak jauh dari lokasi kejadian, langsung berdatangan bermaksud melihat dan menolong Rensi.
Para Wartawan tersebut meminta agar Wendi mau bertanggung jawab dan membawa Rensi ke rumah sakit. Tetapi bukannya bertanggung jawab, Wendi malah marah-marah kepada wartawan yang ada disitu. Ia bahkan menelepon seorang polisi, bekingnya. “Jangan lebay lah, cuma bibir yang luka aja kok. Aku nggak mau bawa ke rumah sakit. Aku akan bawa ibu ini ke polisi, pasti dia gak punya SIM,” katanya dengan nada tinggi.
Ucapan Wendi tersebut, kemudian membuat sejumlah wartawan yang ada di lokasi pun menjadi emosi, dan memintanya untuk segera membawa Rensi ke rumah sakit. “Sok jago kau ya, anggar deking kau ya, setan kau ya. Tak usah kau panggil-panggil polisi bekingmu,” ujar seorang wartawan televisi yang ada di TKP.
Wendi makin tinggi. Ia malah berani menantang wartawan dan warga. “Jangan banyak cakap kalian ya,” bentaknya.
Wendi kemudian menelepon seseorang menggunakan bahasa China, mungkin ia menelepon polisi yang dikenalnya tersebut. Tak lama kemudian datang seorang oknum polisi yang tidak diketahui namanya dari Sat Sabhara Polresta Medan di TKP Kejadian. Setelah Wendi berbisik-bisik dengan oknum polisi itu, Wendi kemudian pergi meninggalkan lokasi kejadian & urusannya diserahkan kepada oknum polisi tersebut.
Berikut videonya:
Sumber : PostMetroDotCom
